Workshop SKK Migas: Hulu Migas Goes To Campus

Bandung – Kamis (2/5) kemahasiswaan Fikom Unisba berkerja sama dengan SKK Migas menggelar workshop bertema “Hulu Migas Goes to Campus 2019”. Workshop yang digelar pada pukul 13.00 sampai 16.30 WIB membahas mengenai fungsi dan tugas SKK Migas serta berbagai permasalahan dan kondisi terkini mengenai sektor migas di Indonesia. Workshop dibuka langsung oleh Dekan Fikom Unisba Dr. Septiawan S. K., S.Sos., M.Si. dan sebagai moderator seminar yakni dosen Fikom Unisba Erik Setiawan, S.Sos., M.I.Kom.

Workshop menghadirkan tiga praktisi dari SKK Migas dan kementrian keuangan yang ahli di bidang masing-masing. Pemberi materi pertama, Analis Anggaran Muda Penerimaan Migas – Direktorat PNPB Anggaran Kementrian Keuangan, Jack Subarja menjelaskan secara umum kegiatan Hulu Migas, mulai dari kegiatan eksplorasi sampai eksploitasi. Regulasi Hulu Migas dari sumber anggaran Migas hingga pengaruh minyak dunia terhadap perekonomian global dan nilai rupiah pun menjadi salah satu topik utama pembahasan.

Pemateri kedua, Kepala Seksi Penyusunan Rencana Anggaran Belanja SKK Migas, Winarto, tidak kalah menarik dengan membahas mengenai anggaran dan permasalahan yang dihadapi SKK migas. Secara umum, ia juga menjelaskan persaingan harga minyak dunia dan trend peningkatan penyerapan minyak bumi dan gas pada 5 tahun terakhir (2015-2019). Sebagai penutup, PR Specialist SKK Migas Dimas Ario Rudhy Pear, memaparkan peran institusi SKK migas di sektor migas Indonesia. Ia mencontohkan peran SKK Migas terhadap kontraktor yang telah melakukan eksplorasi dan juga dalam pengawasan kontraktor.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa sceara kritis mempertanyakan mengenai kekayaan minyak Indonesia yang justru belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Beberapa mahasiswa pun mempertanyakan peran SKK migas dalam melakukan pengawasan di sektor migas, khususnya dalam eksplorasi, eksploitasi, dan analisis dampak lingkungan (Amdal). Pertanyaan-pertanyaan kritis itu pun dijawab diplomatis oleh para narsumber. PR Specialist SKK Migas Dimas Ario Rudhy Pear menjelaskan bahwa ada persepsi yang salah ditafsirkan oleh masyarakat. Persepsi yang selama ini berkembang, menurutnya, bahwa “Indonesia itu negara kaya minyak”. Dalam pandangannya, Indonesia dengan sumber daya alam yang dimilikinya saat ini belum bisa dikatakan sebagai negara “kaya” karena jika dilihat dari urutannya, Ia mengatakan bahwa Indonesia masih berada di peringkat bawah, bahkan minyak yang dimiliki Indonesia hanya 1,5% dari minyak dunia. Mengenai petral, menurutnya, Kementrian ESDM telah berusaha melakukan perbaikan dengan menghindarai calo, perbaikan regulasi, pangkas operasional agar kelancaran berjalan lebih baik.

Workshop yang. dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas tersebut, selain memberikan pengetahuan dan informasi kepada peserta, diharapkan dapat menjadi jalan masuk kerja sama yang lebih jauh antara SKK Migas dan Universitas Islam Bandung. Peserta worskhop selain mendapatkan sertifikat, juga mendapatkan makan siang dan camilan gratis yang disediakan panitia. (if27)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *