Fikom Unisba Beri Pelatihan Manajemen Laboratorium

KOMINPRO – Sebagai langkah dalam mewujudkan kampus merdeka yang saling berkolaborasi dalam dunia penididikan dan pengajaran, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unisba memberikan “Pelatihan Manajemen Labaratorium” kepada Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (Unib) yang dilaksanakan di Lab. Simulasi Fikom Unisba Kamis-Jumat (26-27/11). Acara ini diawali dengan penandatangan Mou Antara Unisba dan Unib yang dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kerja Sama masing-masing.

Materi yang diberikan kepada peserta antara lain Buku Tata Kelola dan Kebijakan Pengembangan Laboratoium Fikom Unisba; Teknis Pelaksanaan Praktikum dan Program Laboratorium Fotografi; Teknis Pelaksanaan Praktikum dan Program Lamoratorium Multimedia; Teknis Pelaksanaan Praktikum dan Program Laboratorium Komunikasi Grafis; serta Relevansi Materi Praktikum dengan Kurikulum dan Capaian Pembelajaran Lulusan.

Ketua pelaksana, Dr Rita Rita Gani S.Sos.,M.Si mengatakan, pelatihan ini  menjadi motivasi tersendiri bagi Fikom Unisba untuk menjadi lebih baik kedepannya. “Walau kita sudah di datangi oleh pihak lain dan dianggap bagus, bukan berarti kita berhenti disini saja tapi harus terus menggali agar lebih baik,” ungkapnya.

Kasie Lab. Fotografi Fikom Unisba ini berharap kerja sama ini dapat menjadi perwujudan kampus merdeka yang bisa menggali ilmu dimana saja dan kapan saja. Selain itu tambahnya, kerja sama ini juga dapat menjadi ajang untuk saling berkolaborasi dalam pengabdian dan penelitian yang nantinya dapat bermanfaat bagi umat.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Unib, Dr. Lisa Andhrianti S.Sos M.Si., yang juga merupakan alumnus Fikom Unisba ini mengutarakan alasannya memilih Unisba untuk belajar menggali ilmu karena kualitas Fikom Unisba yang sudah terjamin dan terbukti melalui akreditas yang dimiliki. “Saya sudah melihat  berbagai labolatorium di berbagai universitas, tapi mereka belum memilki format yang jelas dan pasti untuk pengelola lab. Jadi, waktu diajak kerjasama mereka agak bingung. Tapi kalau Unisba merespon dengan cepat dan bagus dengan perencanaan yang baik serta matang. Akhirnya saya percaya bahwa Fikom Unisba sangat kredibel untuk saya mengais ilmu,” terangnya.(Yusuf/Eki)

Read more

LSPU Gelar Persiapan Validasi Skema dan MUK

KOMINPRO – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan pertemuan bertajuk Persiapan Validasi Skema dan Persiapan Uji Coba Materi Uji Kompetensi (MUK) di Student Center Unisba. Kegiatan yang digelar Selasa (17/11) ini diikuti oleh 27 dosen yang sebelumnya telah mengikuti workshop penyusunan skema. Tujuan pelatihan ini adalah untuk mewadahi dosen dari setiap prodi dalam mengembangkan kemampuannya melakukan uji kompetensi.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Unisba (LSPU), Dr. Kiki Zakiah, Drs., M. Si, mengatakan, target kegiatan ini adalah untuk memperbanyak skema uji kompetensi yang akan dikembangkan di LSPU karena sebelumnya Unisba sudah mengadakan pelatihan asesor dari berbagai fakultas. Setelah mengikuti kegitan ini, selanjutnya para asesor akan mendapat tugas untuk melakukan perluasan ruang lingkup terhadap 21 skema yang diajukan.

Dr. Kiki mengatakan, mengingat banyak Perguruan Tinggi yang sudah mewajibkan Uji Kompetensi bagi mahasiswanya, maka Unisba harus mengejar apa yang sudah ditetapkan oleh SN Dikti. Belua menuturkan, dalam waktu dekat Unisba harus segera melakukan uji coba MUK kepada mahasiswa.

”Uji coba bisa dilakukan apabila MUK sudah komplit dengan pertanyaan, jawabannya, observasi dan SOP nya. Hal ini bisa dilakukan oleh Bapak dan Ibu sebagai anggota komite skema,” ujarnya.

Bu Kiki menambahkan, merujuk pada peraturan Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional, saat ini lulusan perguruan tinggi tidak bisa hanya mengandalkan ijazah sebagai bekal utama dalam mencari pekerjaan, namun harus dibekali Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Menurutnya, sertifikasi menjadi salah upaya untuk mengukur kompetensi lulusan perguruan tinggi dalam menguasai bidang keahliannya.

“Dengan diselenggarakannya uji kompetensi berarti kita telah memenuhi peraturan yang ditetapkan DIKTI bahwa setiap lulusan berhak mendapatkan ijazah, transkrip nilai, SKPI, dan sertifikat kompetensi. Banykanya lulusan yang telah teruji kompetensinya juga akan meningkatkan status prodi, fakultas, dan institusi dalam pengisian borang,”tuturnya.

Read more